"Belajar menyukai sejarah agar kita tidak mengalami amnesia"  begitulah prinsip Moh. Shobirienur Rasyid sejak memastikan kuliah di jurusan Pendidikan Sejarah pada tahun 1984.  Begitulah prinsip yang terus dipegangnya ketika dengan kesadaran mengambil peran sebagai pengajar (untuk tidak mampu mengucap sebagai "pendidik") sejarah sejak 1989.

Pernah berkhidmat sebagai guru di SMP Negeri 120 Jakarta, di SMA Jendral Ahmad Yani Kota Malang, Dyatmika School di Denpasar, dan kini di SMA Labschool Kebayoran (Labsky) Jakarta Selatan.  Selain pernah berkhidmat sebagai guru, Moh. Shobirienur Rasyid pernah memandegani Lembaga Amil Zakat YDSF (Yayasan Dana Sosial al-Falah) Cabang Malang, pernah bergabung dengan Jawa Timur Park di Kota Batu, pernah juga bergabung dengan komunitas kreatif KILIK Jakarta. 

Selebihnya, dia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.